15/09/19

Pelindungmu yang Kusebut Dalam Doaku

Malam itu terasa sangat berat. Aku berada di lintasan bawah hidup untuk yang kesekian kalinya. Menjadi seorang overthinking tidaklah mudah....
*
*
Dulu, aku pernah mengeluh tentang hal ini padamu. Menceritakan dan berkeluh kesah dengan apa yang terjadi dalam hidupku. “Cobalah untuk tidak memikirkan banyak hal. Ingatlah selalu untuk mengucap syukur.” Katamu, waktu itu melalui sambungan telepon.








***
Selang beberapa waktu, ada pemberitahuan di hpku, kamu memberikan semangat untukku melalui twittermu. Semangat untuk terbebas dari overthinking, pesan yang kau tandai di twitter buatku. Untuk pertama kalinya aku merasa diperhatikan, sangat diperhatikan oleh seseorang yang aku cintai. Bahkan, aku saja tidak pernah terbuka tentang diriku sendiri pada keluarga. Tapi, sejak dipertemukan denganmu, aku merasakan hal yang berbeda. Kamu jadi pendengar setiaku setiap malam. Tempat sampah baru selain sahabatku. Pembawaanmu yang penyayang memberikan kesan tersendiri sebagai penilaianku kepada dirimu. Ah, sayang itu semua hanya bisa ku jadikan kenangan. Kini, aku terbelit lagi pada overthinking. Tapi yang hanya bisa aku lakukan adalah cerita dengan Tuhan, sembari mengakhiri curhatanku dengan menyebut nama pelindungmu di setiap doaku. Tidak ada harapan spesial, hanya saja aku berharap semoga dikuatkan dalam overthinkingku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar