Tampilkan postingan dengan label Primordia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Primordia. Tampilkan semua postingan

09/05/17

Dusun Patihan, Perpaduan antara Tani, Nelayan, dan Pariwisata

Reportase
Holaaa! Apa kabar semua? Kembali lagi nih, kali ini aku akan share tulisanku selama berkarya di Primordia. Singkat cerita, tulisan ini adalah tulisan pertama yang aku tulis loh. Padahal sebelum-sebelumnya jarang banget bikin artikel, jadinya rada kikuk.

Tulisan ini adalah salah satu tugas reportase dalam kegiatan pelatihan jurnalistik ke-II di daerah Pantai Goa Cemara Bantul. Waktu itu, kami semua tinggal di rumahnya Mba Isti, kakak angkatan Sosek sekaligus Primor 2010. Rumahnya asik deket pantai hehe, jadi bisa kapan aja main ke pantai. Nggak perlu bayar lagi *jangan dicontoh hehe*.

14/05/14

Plagiarisme di Dunia Pendidikan

Oleh : M Prischa Manggala*)
*Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM, Keredaksian BPPM Primordia

Dunia pendidikan tidak terlepas dari menciptakan suatu karya. Karya tersebut berupa tulisan ilmiah dan non ilmiah (populer). Seluruh civitas akademika dibidang pendidikan, khususnya jenjang universitas sangat berkaitan dengan karya tulis yang berupa tulisan ilmiah, seperti laporan praktikum, makalah, jurnal, disertasi, thesis dan skripsi. Namun, sayangnya akhir-akhir ini sering ditemui kasus-kasus plagiarisme di dunia pendidikan.
Bidang pendidikan adalah bidang yang mengajarkan kita untuk mengapresiasi dan mengakui karya dan hasil kerja orang lain. Ketika kita menganggap pikiran dan karya orang lain menjadi pikiran kita tanpa ijin, maka hal itu sudah bisa dikatakan plagiarisme. Plagiarisme mempunyai pengertian sebagai kegiatan penjiplakan atau pengakuan atas karya orang lain oleh seseorang yang menjadikan karya tersebut sebagai karya ciptaannya (Mochamad, 2013). Plagiarisme di dalam dunia pendidikan sendiri merupakan persoalan serius, karena itu sangat krusial, sedangkan di dalam dunia pendidikan kita diajarkan untuk berbuat jujur.

Cerita Legenda dari Gunung Kelud

Jumat, 14 Februari 2014 yang lalu kita semua terkejut dengan adanya hujan abu yang mengguyur Daerah Istimewa Yogyakarta. Hujan abu tersebut berasal dari letusan erupsi Gunung Kelud, Kediri,  yang berjarak ratusan kilometer dari DIY. Dengan adanya peristiwa ini, tentunya banyak masyarakat Indonesia yang penasaran terkait cerita yang mengitari Gunung Kelud. Gunung Kelud mempunyai cerita legenda yang panjang seperti halnya tiap daerah di Indonesia. Legenda Gunung Kelud menceritakan tentang pengkhianatan cinta, yang dilansir oleh Merdeka.com.

Alkisah, Jenggolo Manik mempunyai seorang anak yang terkenal akan kecantikannya, bernama Dewi Kilisuci. Suatu ketika Dewi Kilisuci dilamar oleh dua orang raja yang berasal bukan dari bangsa manusia. Raja Lembu Suro, yang berkepala lembu dan Raja Mahesa Suro, yang berkepala kerbau.


Dewi Kilisuci yang bingung untuk memilih satu diantara dua lamaran tersebut akhirnya membuat suatu sayembara. Sayembara tersebut yaitu membuat dua sumur di atas puncak Gunung Kelud. Kedua sumur itu yang satu harus berbau amis dan yang lain harus berbau wangi, dan harus selesai dalam satu malam atau sampai ayam berkokok.


 Akhirnya dengan kesaktian Lembu Suro dan Mahesa Suro sayembara tersebut disanggupi dan keduanya sama-sama menang. Namun, karena Dewi Kilisuci belum mau diperistri, maka ia mengajukan satu permintaan lagi. Yakni kedua raja tersebut harus membuktikan dahulu bahwa kedua sumur tersebut benar-benar berbau amis dan wangi, dengan cara mereka berdua harus masuk ke dalam sumur.


Demi mendapatkan cinta Dewi Kilisuci, kedua raja itupun masuk ke dalam sumur yang sangat dalam tersebut. Setelah mereka berada di dalam sumur, kemudian Dewi Kilisuci memerintahkan prajurit Jenggala untuk menimbum sumur dengan batu. Maka matilah Mahesa Suro dan Lembu Suro. Tetapi, sebelum mati, Lembu Suro sempat bersumpah dengan mengatakan, "Yoh, wong Kediri mbesuk bakal pethuk piwalesku sing makaping kaping yoiku. Kediri bakal dadi kali, Blitar dadi latar, Tulungagung bakal dadi Kedung."

("Wahai orang Kediri, suatu saat akan datang pembalasanku yang sangat besar. Kediri akan menjadi sungai, Blitar akan menjadi daratan, dan Tulungagung akan menjadi danau.")

Dari legenda ini, setiap tahunnya masyarakat sekitar menggelar Larung Sesaji, yaitu melakukan sesaji sebagai tolak bala sumpah Lembu Suro.


sumber :
http://www.merdeka.com/peristiwa/legenda-gunung-kelud-dan-kisah-pengkhianatan-cinta-dewi-kilisuci.html
http://www.vemale.com/ragam/48791-kisah-legenda-letusan-gunung-kelud-akibat-penolakan-cinta.html

24/01/14

Sampah di UGM Dibawa Kemana?

Dipostingan kali ini, aku pengen share bahwa semua tulisan dari reporter bakal diolah sedemikian rupa agar enak dibaca. Oleh karena itu dibidang redaksi ada seorang editor ;)! Di bawah ini adalah contoh tulisan kasar (berupa mentahan dari seorang reporter). Tulisan ini selanjutnya akan dibaca oleh pemimpin redaksi dan diedit oleh editor. Setelah itu barulah artikel sesungguhnya dimuat dibuletin.

Dari pengalaman ku sebagai reporter (staff redaksi khususnya) dalam mengolah suatu berita untuk menjadikannya artikel, biasanya aku merancang kerangka karangan (jalan pikiran). Jadi, dari artikel tersebut aku ingin membawa pembaca untuk mengikuti alur pikiranku. Sebenarnya di dalam dunia jurnalistik khususnya keredaksian, seorang jurnalis bebas untuk menyusun suatu artikel (dengan gaya penulisan apapun asal sesuai dengan kaidah yang berlaku). Dari aku pribadi memang sudah ter-plotkan seperti itu jadi inilah gaya ku hehe.

Berikut ini adalah contoh tulisan mentah ku mengenai pengelolaan sampah di UGM. Penasaran dengan artikel setelah diedit? Kalian bisa baca di -> http://primordia.faperta.ugm.ac.id/CassavaNila.swf (Liputan Khusus; Sampah di UGM Dibawa Kemana?)

23/01/14

MAPAGAMA: Pecinta Alam yang Menikmati Alam

Hai bloggers, malam ini aku mau share artikel ku tentang Mapagama UGM. Ini adalah artikel tugas pelantikan anggota BPPM Primordia angkatanku. Enjoy ya! *Oh iya kalian juga bisa baca artikel ini di http://primordia.faperta.ugm.ac.id/

            Mahasiswa pecinta alam atau yang lebih dikenal dengan mapala adalah suatu kegiatan mahasiswa yang berkecimpung pada kegiatan alam bebas. Setiap perguruan tinggi di Indonesia memiliki kegiatan mapala masing-masing. Contohnya Universitas Gadjah Mada yang dikenal dengan nama MAPAGAMA. Di UGM sendiri, MAPAGAMA tidak hanya sebagai suatu kegiatan mahasiswa pecinta alam tetapi juga sebagai wadah organisasi yang berkonsentrasi pada minat khusus yaitu kepencintaalaman. Hal yang membedakan MAPAGAMA dengan mapala-mapala perguruan tinggi lain adalah kegiatan kepencintaalamannya yang selalu berlandaskan pada Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. MAPAGAMA sendiri bukanlah induk organisasi mapala yang ada di UGM melainkan berstatus sebagai sekber beberapa mapala fakultas yang sudah ada terlebih dahulu. Namun, sekarang MAPAGAMA berdiri sendiri sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tingkat universitas.

06/09/13

Primordia, My New Family

"Malam ini ku sempatkan waktu untuk memperkenalkan keluarga baruku. Sudah lama ku nanti waktu yang tepat untuk menyiapkan ini semua. Mereka sangat spesial. Mereka tak ternilai harganya. Mereka merupakan salah satu mesin penggugah diri ini untuk selalu tersenyum semangat. Mereka lebih dari teman dan sahabat. Mereka bukan hanya sekadar kuli tinta, pencari dan pembuat berita. Mereka adalah rumah dan keluarga baruku, Primordia."

Pembuka yang sedikit gimana gitu ya :p ahaha, maaf saya tidak begitu pandai dalam berpuisi *kalo puisi Mas Sandy tuh ahlinya :3*.Okeeeey, jadi ceritanya udah dari dulu banget, tahun lalu malah, pengen ceritain tentang Primordia di blog ini. Eh taunya malah baru bisa sekarang ceritanya :"). Oke deh kalo gitu dimulai saja yaaa :))