25/05/10

Cerpen

Hi semua :). Hehe ini cerpen udah lamaaaaaaaaaaa banget buatnya. Cerpen ini dibuat untuk memenuhi tugas MOS SMA 8 Yogya (H*P). Udah beberapa tahun yang lalu deh pokoknya :p. Banyak hal terutama keredaksian yang harus diedit. Oh iya dalam penulisan cerpen ini memakai kata-kata dari permen KIS, jadinya agak gimana gitu, engga aneh sih hehe. Oke deh, langsungan aja dibaca yaaaa :)! *btw aku lupa judulnya hehe .__.V
***
“Hai, kenalkan, namaku Jessica Gilbertenisya, aku biasa dipanggil Jessi”, celotehku riang di depan kelas. “Tapi, kebanyakan orang manggil aku cimut, gak tau kenapa mereka manggil aku cimut. Mungkin karena aku itu terkenal dengan predikat siswa paling lambat”, gumamku. “Cimut?”, tanya seorang teman kelasku, “Hahahaa paling-paling kepanjangannya cilik, item, klumut lagi.”, tambah Tyo si preman kelas. “Dasar!”,ketusku. “Sudah-sudah, Jessi sekarang kamu boleh duduk!”,perintah Ibu Tri sambil tersenyum manis kepadaku. 
 
***

Yeay! Inilah aku! Jessica Gilbertenisya, si cimut asli Bandung. Hmmm... bisa dibilang anak yang males. Tapi jangan kaget lho, kalo aku itu termasuk siswa cerdas di sekolah. Aku sekarang sedang menempuh studi disalah satu sekolah menengah atas, atau yang biasa dikenal dengan nama SMA, di Jakarta. Aku punya dua orang tua yang masih lengkap, Papa Gilbert dan Mama Nestya. Aku sayaang banget sama mereka, tapi akhir-akhir ini aku sering merasa kurang mendapatkan perhatian dari beliau. Maklumlah papa dan mamaku bekerja bisnis di luar negeri, kini, mereka sedang berbisnis di Australia. Bahkan, karena pekerjaan mereka, aku sudah 10 kali pindah sekolah lho! Hebat bukan? Walaupun itu terkesan menyenangkan, tapi aku tak menyukainya. Aku juga punya seorang adik perempuan yang sangat manja, namanya Chatrine Gilbertenisya. Dia duduk dikelas 3 SMP dan berbanding terbalik denganku, dia sangat rajin dan pintar. Tapi, kalau tidak diberi kepadanya apa yang dia mau, dia akan marah bukan main, bahkan kadang-kadang piring sampai gelas habis dirusak olehnya. Kayaknya berlebihan ya??? Padahal aku tak pernah berharap mempunyai seorang adik yang seperti itu. Yah, syukuri saja apa yang telah Tuhan berikan kepadaku. Oya, aku punya cerita nih tentang pengalamanku dalam urusan bercinta kala SMA. Orang bilang kalau masa SMA itu adalah masa yang paling indah. Dan aku mengalami hal itu.

***

Pengalaman ini terjadi saat aku duduk dibangku kelas satu SMA. Saat itu, aku masih bersekolah di salah satu SMA di kota Bandung, sebelum aku ada di Jakarta. Kira-kira satu minggu setelah MOS berlangsung, aku bertemu seorang cowok yang gak perfect-perfect amat, tapi istimewanya dia itu pintar dan rajin dalam mengerjakan tugas-tugas di sekolah. Apalagi, hebatnya, baru masuk bangku kelas dalam seminggu, guru-guru sudah mengenalnya dengan baik, mungkin karena dia rajin kali ya? Pertama ketemu sih biasa aja, karena aku dan dia beda kelas. Tapi setelah kelas tetap dikeluarkan, gak nyangkanya aku satu kelas sama dia, kita sama sama kelas X A. Satu semester terlampaui, dia mulai jadi pesaing pelajaran akademikku di kelas dan sebelnya aku kalah meraih peringkat pertama di kelas. Setelah aku tanya pada teman-teman, ternyata dia orangnya. Huft, sebeeeeell banget! Dalam hidupku disekolah, dari SD sampai SMP, aku selalu menjadi juara kelas. Tapi kali ini, sepertinya aku tidak sedang beruntung. Namun, aku tetap yakin dan 
semangat bahwa aku bisa lebih baik dari dia.

***

Aku gak tahu juga, kenapa aku bisa ada rasa sama dia. Mungkin awalnya saat Ibu Tari memberi tugas kelompok dalam semester 2. Awalnya sih bete ! Bete karena aku satu kelompok sama dia, huft mungkin ini adalah takdir Tuhan. Dikelompok itu aku sering banget beda pendapat sama dia. Yang lebih menyakitkan, pendapatku itu selalu salah menurutnya. Teman teman juga begitu. Sebel deh jadinya.

***

Hari minggu di sebuah taman, lagi-lagi aku ketemu sama dia. Dia menghampiri aku. Tanpa ada angin atau apa-apa, dia langsung nyerocos bak Kereta Api jurusan Solo-Yogya. Tau gak dia bilang apa? Dia hanya menceramahiku saja. Dia bilang kalau hidupku itu harus dibuat enjoy. Seperti kata kata orang sukses “take it easy”. Lalu dia senyum manis dihadapanku. Wah perasaanku sangat aneh, aku jadi berpikir kenapa dia bilang seperti itu kepadaku. Tiap hari aku memikirkan hal itu, sampai-sampai saat aku bertemu di sekolah dengan dia, dia tersenyum manis dihadapan mataku. Hari-hari berikutnya di sekolah dia selalu membantuku dalam tugas-tugas sekolah. Dia mengajarkan banyak hal dan dialah yang merubah hidupku, menjadi seorang siswa yang rajin mengerjakan tugas-tugas sekolah. Lalu, aku mengucapkan kata terima kasih kepadanya. Dia bilang, ah biasa saja sambil melayangkan ‘a smile for me’. Awalnya aku bersikap biasa saja, tetapi 
kemudian ada perasaan aneh dihatiku.

***

Namun, perasaan itu tak lama, karena saat naik kelas dua nanti aku akan pindah sekolah di Jakarta, mengikuti orang tuaku yang memulai bisnis baru di sana. Perasaanku mulai berubah, aku menjadi sangat takut dan akan merasa bersalah. Ujian semester dua sudah tiba, dia hanya mengucapkan sepatah dua patah kata untuk memberiku semangat. Dia bilang padaku “sukses didepan mata”, beri bukti bukan janji!!! Tunjukkan bahwa kamu juga bisa sepertiku, kamu pasti bisa sukses percaya deh! Dan jangan lupa belajar yang rajin serta berdoa. Aku bilang terima kasih, kamu sudah memberiku semangat. Setelah ujian berlangsung dan hasilnya sudah diberikan, aku sangat senang sekali. Dan gak nyangkanya aku berhasil naik satu peringkat diatas dia. Horeeee aku berhasil !!! Girangku senang. Namun, dibalik itu semua, aku sangat sedih yang sangat mendalam. Saat terakhir aku bertemu dengannya, dia hanya tersenyum padaku. Anehnya, setelah aku memberitahukan hal tentang kepindahanku, lagi-lagi dia tersenyum. Aku kira dia akan marah dan menyesal mengenalku, tapi, ternyata nggak! Dia malah bilang, “Jess, kamu nggak usah khawatir. Karena kamu akan selalu dihatiku, apapun yang terjadi...I’m Yours,Jess....”

***

Aku tersentak atas ucapannya barusan. Tapi, apa yang terjadi berikutnya malah membuatku lebih dahsyat lagi. Tau-tau, dia sudah mencium jidatku. Aliran darahku serasa berhenti. Aku tak percaya kalau itu semua terjadi. Yup itulah pengalaman cintaku di SMA. Namun, untungnya sampai saat ini, dia masih berhubungan baik denganku.
***
the end

*ceritanya absurd ya -_- hahaha ketawa sendiri aku pas mbaca cerpen ini lagi wakakaka
Prischa Manggala

Tidak ada komentar:

Posting Komentar