18/05/10

Tugas Wawancara: Ezra, Profesor Muda Delayota

Artikel ini adalah tugas wawancara mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X A tahun 2009/2010 SMA 8 Yogya.
Narasumber : Ignatius Ezra P. S.
Reporter      : Stefiani Mulia E
                     M. Prischa Manggala

Ezra, Profesor Muda Delayota

Ignatius Ezra Putranda Setiawan, yang biasa dipanggil Ezra, lahir di Jakarta, 21 Januari 1993 .  Penggemar makanan tradisional ini tinggal di Jl. MayJend D.I Panjaitan No. 55 A, RT 34, RW 10, Jogokariyan, Mantrijeron, Yogyakarta, dengan nomer telepon 085959285xxx dan  telah banyak mengukir prestasi sejak SD hingga SMA. Sejak bersekolah di SD Kanisius Pugeran, prestasi yang sudah dicapai antara lain : Juara I lomba jelajah Ilmu Pengetahuan tahun 2002 (kelas 5 SD), Juara III lomba IPS PKN antar SD Kanisius (kelas 5 SD), Juara III lomba IPA tahun 2003 (kelas 6 SD). Ezra yang bergolongan darah A, menempuh pendidikan mulai dari TK Indriyasana Pugeran, SD Kanisius Pugeran, SMP Negeri 2 Yogyakarta, dan sekarang di SMA Negeri 8 Yogyakarta. Kini, Ia sudah diterima di UGM, jurusan statistika, fakultas MIPA. Selain itu, dia juga hobi jalan – jalan dan membaca buku . Penyuka minuman sesuai musim ini bercita cita menjadi orang sukses dan memiliki motto hidup “Jalanilah hidup ini dengan senyum dan syukur”.

Seperti yang sudah disebutkan diatas, prestasi yang telah ia raih antara lain : Juara Harapan II KAB (Kompetisi Anak Bangsa) tahun 2006, Juara Harapan I Padmanaba Scient Competition tahun 2006, Juara I KAB tahun 2007, Juara II Cerdas Cermat Entimologi di UGM, Juara II Olimpiade Biologi UNY pada tahun 2008, Juara II OSN Biologi se-Kota A, Juara II Olimpiade Biologi UNY tahun 2009, Juara I lomba KIR Dinas Pasar Jogja, Juara I lomba Cerdas Cermat Hari Gizi, Laboratorium Paramita ,tahun 2010 , Juara I lomba KIR Gizi tingkat Nasional se-Kedokteran UGM. Tentu kita berpikiran, apa saja yang dia lakukan untuk mencapai itu semua? Upaya yang ia lakukan untuk meraih semua prestasi tersebut antara lain :
  • 1.     Motivasi"Kalo yang lain bisa, kok aku nggak bisa?”. “Cari alasan supaya kita BISA! Jangan cari alasan yang membuat kita nggak bisa”, tambahnya. “Jangan pernah nyepelein”. Itulah kata – kata yang memotivasi Ezra untuk terus berkarya didunia pendidikan. Baginya, motivasi inilah yang terus mendorong Ezra untuk memberikan yang terbaik untuk siapapun.
  • 2.     Konsentrasi “Konsentrasi ke sesuatu yang kita kerjain, biar otak bisa optimum”, gumamnya. “Konsentrasi yang kita pikirkan adalah apa yang kita lakuin saat ini”, tambahnya. “Pas ngerjain soal, jangan mikirin yang sebelum atau sesudahnya, pikirin aja soalnya lalu dikerjain sebisanya aja”, tambahnya ketika dia menceritakan sedikit pengalamannya.
  • 3.      Niat dan Optimis (PD).
  • 4.     Percaya bahwa segala sesuatu akan tiba pada waktunya.“Ketika kamu menghadapi suatu masalah, kendalikanlah dahulu emosinya”, tambahnya kepada kami. Jadi, bagi Ezra, selain kita mempunyai niat yang sangat kental dan motivasi serta konsentrasi yang tinggi, kita juga harus mempunyai cara pengelolaan emosi yang bagus pula, karena emosi adalah salah satu faktor yang sangat mempengaruhi kita dalam melakukan suatu hal.
  • 5.     Menerima konsekuensi dari perbuatan yang kita perbuat.Jangan sampai gagal untuk yang kedua kalinya. 
         Selain  itu, Ezra juga memiliki pola belajar tersendiri . Menurutnya , ada tiga macam cara belajar, yaitu :
  • 1.     Visual, dengan cara membaca dan melihat gambar – gambar.
  • 2.     Auditori, dengan cara mendengarkan.
  • 3.     Kinestetik, dengan cara gerakan.
Tak hanya itu, siswa Delayota ini juga mempunyai ilmu yang luas tentang berbagai macam kecerdasan, yaitu :
  • 1.     Linguistik, dengan cara bicara seperti menerangkan kepada teman maupun diri sendiri.
  • 2.     Musikal, dengan cara mendengarkan musik.
  • 3.     Interpersonal, dengan cara pura – pura berpidato.
  • 4.     Intrapersonal, dengan cara membatin.
  • 5.     Logis, dengan cara mengingat intinya.
Namun, selama ini dia lebih condong dengan cara belajar visual dengan kecerdasan musikal, intrapersonal, dan logis . Kecerdasan itulah yang membuat cara belajar orang berbeda – beda . Cara belajar inilah yang membuat ciri khas bagi Ezra. Terkadang, pengkoleksi piala KIR ini juga mengalami kegagalan. Namun, ia juga memiliki kiat khusus untuk menyikapi kegagalannya, yaitu :
      1.     Kita harus sadar kalau gagal.
2.     Jangan terlau menghakimi diri sendiri, tapi percaya bahwa segalanya tiba pada waktunya.
3.     Cari alasan, kok gagal kenapa?
4.     Coba untuk menyelesaikan penyebab kita gagal.
5.     Jangan malu untuk bisa.
Ezra juga memberi tips, bagaimana cara untuk menumbuh kembangkan niat belajar, yaitu :
  • 1.     Mencari Motivasi.
  • 2.     “Kalo lagi ‘ga’ mood belajar, jangan dipaksain!”
  • 3.     Jangan menunda sesuatu yang akan kita lakukan sebelum belajar.
  • 4.     Lihat situasi dan kondisi diri sendiri, kalau tidak bisa jangan terlalu memaksakan kehendak.
Itulah profil Ezra, Profesor Muda Delayota. Dengan demikian, kita setidaknya bisa ‘mencontek’ ‘resep suksesnya’. Ezra, dengan berpedoman pada keyakinan, bahwa “Kita pasti BISA!” Semoga, kita bisa lebih banyak berkarya bagi keluarga, sekolah, dan bangsa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar